Kamis, 18 Desember 2014

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS



LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
1. Konsep Dasar Kreativitas
a. Definisi Kreativitas
            Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu  kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan  paling tinggi bagi manusia. Pada dasarnya,  setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat  diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat.
Berikut devfinisi kreativitas menurut pendapat ahli:

BERFIKIR KRITIS



I.                  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Berpikir kritis ialah berpikir dengan konsep yang matang dan mempertanyakan segala sesuatu yang dianggap tidak tepat dengan cara yang baik. Tulisan ini bertujuan memberikan kajian tentang cara melatih berpikir kritis dalam  pembelajaran materi sejarah, tentunya untuk membantu siswa menjadi seorang yang mampu berpikir kritis.
            Pada prakteknya penerapan proses belajar mengajar kurang mendorong pada pencapaian kemampuan berpikir kritis. Dua faktor penyebab berpikir kritis tidak berkembang selama pendidikan adalah kurikulum yang umumnya dirancang dengan target materi yang luas sehingga guru lebih terfokus pada penyelesaian materi dan kurangnya pemahaman guru tentang metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

BERFIKIR SEJARAH



I.                  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Sejarah mengajarkan kepada kita cara berpikir kronologis, artinya berpikirlah secara runtut, teratur, dan berkesinambungan. Dengan konsep kronologis, sejarah akan memberikan kepada kita gambara yang utuh tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinjauan aspek tertentu sehingga dengan mudah kita dapat menarik manfaat dan makna dari hubungan antar peristiwa yang terjadi.
            Adapun dalam kehidupan sehari-hari, konsep berfikir diakrnik atau kronologis ini sangat diperlukan jika kita ingin memecahkan masalah. Tanpa berpikir secara runtut dan berkesinambungan dalam mengidentifikasi suatu permasalahan, kita akan dihadapkan pada pemecahan masalah atau pemberian solusi yang tidak tepat.

BERFIKIR ILMIAH



I.                  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal. Akal digunakan manusia untuk berpikir, berpikir merupakan sebuah  kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. Jadi apabila manusia benar-benar memaksimalkan fungsi otaknya untuk berpikir dalam menemukan pengetahuan atau menghasilkan pengetahuan termasuk kategori berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah merupakan sebuah kegiatan yang menggunakan daya pikir yang logis analitis serta kritis. Maka dengan kemampuan  berpikirnya manusia bisa mengembangkan pengetahuan, baik ilmu pengetahuan yang bersifat penyempurna dari ilmu pengetahuan sebelumnya ataupun ilmu pengetahuan yang bersifat baru.

Sabtu, 22 November 2014

DIJUAL, MIO SHOUL MERAH TAHUN 2010

Fast Respon!
Mio Shoul Merah thn.2010, plat Bondowoso. Kondisi standat nyel, minus pemakaian aja. Nego alus 9jt. Minat? PM 7ee4dc24 / 085708302455

Rabu, 24 September 2014

DINASTI ABBASYIAH BAGHDAD



II.                  PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah
            Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah keturunan Al-Abbas, paman Nabi Muhammad SAW, yaitu Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas. Dimana pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dam budaya. Kekuasaan dinasti Bani Abbas, atau khilafah Abbasiyah, sebagaimana disebutkan melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah.

Minggu, 03 Agustus 2014

YAHUDI


Bangsa Yahudi sangat terobsesi dengan kitab suci mereka yang bernama Talmud. Dimana sebagian isinya menganggap bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Ini jelas telah menyimpang dari ajaran pokok kitab Taurat yang di turunkan Allah SWT kepada Nabi Musa AS. Orang yang berjasa membebaskan mereka dari cengkeraman keji raja Mesir, yaitu Fira`un.